Tuesday, February 01, 2011
coffee time with squadron bangau terbang
Diposting oleh wahyuningrat di 2/01/2011 05:54:00 PM 0 komentar
Wednesday, January 26, 2011
To Teach or Die Tryin'
Diposting oleh wahyuningrat di 1/26/2011 12:18:00 PM 1 komentar
Label: activity, career, daily, fun, job, kantor, kerja, life
Sunday, June 06, 2010
LITIGATOR
I'm a non-practicing lawyer, but check out my two colleague here. They are the top-notch choice inside or outside the courtroom for any civil and criminal litigation. Trained by the best in this profession.
Diposting oleh wahyuningrat di 6/06/2010 10:03:00 PM 0 komentar
Label: career, job, kawan-kawan, kerja
Saturday, October 03, 2009
sang pengembara kembali berjalan
Hidup seorang anak manusia terkadang cukup indah untuk dilewatkan secara statis. Banyak manusia ditakdirkan untuk mengalami hidup yang penuh warna, dibanding varian warna yang ada. Jangan pernah menyesali berkah seperti itu. Toh, kita selalu punya cerita yang selalu bisa dibagi dengan penuh gelak tawa. Mengenang pahit-getir-manis-seru nya hidup. Selalu ada sisi indah dalam kehidupan seorang pengembara.
pengembara selalu menapak. Terus menapakkan jejak langkah.
my desk
packing up
clean desk
last walk in the studio alley
melepas penat sejenak di nusa dua, hehehe.
terus dapat telepon, Yuks mengembara kembali.
kali ini gue akan mengabdi untuk negara Indonesia tercinta dulu.
Diposting oleh wahyuningrat di 10/03/2009 09:12:00 PM 0 komentar
Sunday, April 20, 2008
what I do for a living
Gue selalu suka adegan pembuka dalam film The Insider. Al Pacino berperan sebagai producer acara Dialog di stasiun televisi Amerika, CBS. Tugasnya kasak-kusuk menentukan topik dan mendatangkan narasumber penting untuk talkshow bertema berat itu. Dalam film itu, ia harus bepergian jauh hingga ke pelosok Libanon. Rela ditutup matanya saat bernegosiasi, membujuk pimpinan Hezbollah agar mau tampil. Ia berhasil, namun tugasnya belum selesai hanya sebagai tim advance.Beberapa hari kemudian kru pendukung datang, sang host yang seorang jurnalis senior tiba, syuting akan segera dimulai. Kekacauan timbul kembali, pasukan bersenjata memprotes pengaturan blocking camera yang terlalu dekat dengan sang pimpinan, hingga keberatan mereka atas letak kursi yang berhadapan. Kembali ia harus pintar membujuk mencari solusi agar show tetap lancar.
Begitulah kira-kira menjelaskan that’s what I do for a living. Bergumul dengan penentuan topik permasalahan apa yang menarik diangkat dalam sebuah dialog. Siapa narasumber newsmaker yang kompeten, siapa dia dan bagaimana track recordnya, apa standing position dia pada issue itu.
Tantangan selanjutnya, yang senantiasa memicu adrenalin, bagaimana mendatangkan beliau-beliau itu agar berminat meluangkan waktu ke studio. Menghadiri dialog yang –tentu saja- kerap memojokkan dengan rentetan pertanyaan super kritis. Mengemas pertanyaan-pertanyaan tajam dengan dukungan riset mendalam, sehingga sang narasumber yang umumnya sudah piawai –kalau bisa- menjadi tidak berkutik.
Masukkan unsur persaingan antar stasiun televisi, dalam pertimbangan penentuan tema dan angle. Lalu tuangkan faktor deadline yang cenderung terasa sangat singkat, racik dengan rentetan proses pra produksi teknis yang cukup menyita waktu dan tenaga. Voila! Jadilah menjelma menjadi profesi ini.
Berminat memiliki karir serupa?
Diposting oleh wahyuningrat di 4/20/2008 01:14:00 PM 0 komentar
Label: career


