Showing posts with label career. Show all posts
Showing posts with label career. Show all posts

Tuesday, February 01, 2011

coffee time with squadron bangau terbang


Minggu malam kemarin, gue menghadiri acara kumpul-kumpul yang sudah makin jarang kita lakukan. Ngobrol santai sembari ngopi di teras atas sebuah kedai. Seorang konsultan jasa pemenangan pemilukada dan tiga orang jurnalis televisi veteran, gue pernah bersama mereka semua dulunya tergabung dalam kesatuan squadron bangau terbang.

Kenapa dijuluki itu? karena dulu saat kita masih bertugas dinas, sama persis keadaannya dengan kondisi judul komik salah satu serial Tanguy and Laverdue itu. :) yah minimal kalo lagi stress salah satu dari kita suka menirukan suara bangau-bangau itu lah.

Gue terus terang paling muda diantara mereka semua, yang sudah mulai mendekati usia 40 itu. Tapi, tetep asyik ngobrolnya. Kami berbagi banyak insight-insigh atas dunia persilatan yang makin lama kian kejam. Tak lupa pertanyaan klasik, kapan kah kita bisa berkolaborasi kembali mengulang kejayaan masa gemilang dua tahun silam. Apakah Gue akan kembali turun gunung ke jagad kanuragan? Dan diskusi-diskusi dodol lainnya tentang sepak terjang para kolega kita di belantara ibukota.

Salah satu diskusi malam itu saat Gue sedang curhat gundah gulana, adalah sebuah masukan bagus dari kawan Awing, yang menekankan kepada Gue untuk tetap bertahan berjuang, walau demi setitik perubahan. Hohoho. Meski berat, tapi masukan itu membuat Gue sedikit semangat lagi.

Benar juga kalo Gue kali ini merenungi, apa yang dikatakan sang pujangga Ovid, beberapa tahun silam.

Adde parvum parvo magnus acervus erit --Add a little to a little and there will be a great heap (Ovid)



Wednesday, January 26, 2011

To Teach or Die Tryin'



"By learning you will teach; by teaching you will learn." --Latin proverb

I really enjoyed my lecturing session, every Thursday morning at Institut Bisnis dan Informatika Indonesia. I taught course on media law/ communication law for bachelor degree students in mass communication major (broadcast and public relation). I only handle one class once a week, every semester ganjil. It surely fun, even though it's hard to maintain with all my plenty work activities. The spirit of sharing and spread some new ideas to this young future generation, is always tempting.

My philosophy of teaching is to create a stimulating yet non-competitive and non-intimidating environment in the classroom. I feel that the enthusiasm I bring to the classroom helps to create an encouraging and supportive atmosphere. I always tried my best to re-present the material, combined with my own experience to make the class fun and reachable for the students.

well, only one word to describe my six-monthly teaching activities, awesome. :)


Sunday, June 06, 2010

LITIGATOR


I'm a non-practicing lawyer, but check out my two colleague here. They are the top-notch choice inside or outside the courtroom for any civil and criminal litigation. Trained by the best in this profession.





















Saturday, October 03, 2009

sang pengembara kembali berjalan

Hidup seorang anak manusia terkadang cukup indah untuk dilewatkan secara statis. Banyak manusia ditakdirkan untuk mengalami hidup yang penuh warna, dibanding varian warna yang ada. Jangan pernah menyesali berkah seperti itu. Toh, kita selalu punya cerita yang selalu bisa dibagi dengan penuh gelak tawa. Mengenang pahit-getir-manis-seru nya hidup. Selalu ada sisi indah dalam kehidupan seorang pengembara.

pengembara selalu menapak. Terus menapakkan jejak langkah.













my desk












packing up











clean desk
















last walk in the studio alley













melepas penat sejenak di nusa dua, hehehe.
terus dapat telepon, Yuks mengembara kembali.


kali ini gue akan mengabdi untuk negara Indonesia tercinta dulu.

Sunday, April 20, 2008

what I do for a living

Gue selalu suka adegan pembuka dalam film The Insider. Al Pacino berperan sebagai producer acara Dialog di stasiun televisi Amerika, CBS. Tugasnya kasak-kusuk menentukan topik dan mendatangkan narasumber penting untuk talkshow bertema berat itu. Dalam film itu, ia harus bepergian jauh hingga ke pelosok Libanon. Rela ditutup matanya saat bernegosiasi, membujuk pimpinan Hezbollah agar mau tampil. Ia berhasil, namun tugasnya belum selesai hanya sebagai tim advance.

Beberapa hari kemudian kru pendukung datang, sang host yang seorang jurnalis senior tiba, syuting akan segera dimulai. Kekacauan timbul kembali, pasukan bersenjata memprotes pengaturan blocking camera yang terlalu dekat dengan sang pimpinan, hingga keberatan mereka atas letak kursi yang berhadapan. Kembali ia harus pintar membujuk mencari solusi agar show tetap lancar.


Begitulah kira-kira menjelaskan that’s what I do for a living. Bergumul dengan penentuan topik permasalahan apa yang menarik diangkat dalam sebuah dialog. Siapa narasumber newsmaker yang kompeten, siapa dia dan bagaimana track recordnya, apa standing position dia pada issue itu.


Tantangan selanjutnya, yang senantiasa memicu adrenalin, bagaimana mendatangkan beliau-beliau itu agar berminat meluangkan waktu ke studio. Menghadiri dialog yang –tentu saja- kerap memojokkan dengan rentetan pertanyaan super kritis. Mengemas pertanyaan-pertanyaan tajam dengan dukungan riset mendalam, sehingga sang narasumber yang umumnya sudah piawai –kalau bisa- menjadi tidak berkutik.


Masukkan unsur persaingan antar stasiun televisi, dalam pertimbangan penentuan tema dan angle. Lalu tuangkan faktor deadline yang cenderung terasa sangat singkat, racik dengan rentetan proses pra produksi teknis yang cukup menyita waktu dan tenaga. Voila! Jadilah menjelma menjadi profesi ini.


Berminat memiliki karir serupa?