Saturday, June 02, 2007

Ober, graag een tafel voor twee personen!


Petualangan kembali terjadi. Kali ini berlokasi di Den Haag, dimana Pasar Malam terbesar sebelanda, Tong-tong, digelar.

Tim Utrecht kali ini direkrut untuk menyemarakkan perhelatan akbar ini. Pasukan khusus diminta terjun di sebuah warung surabaya yang kewalahan dengan pengunjung yang membludak.

Baiklah, saya mulai cerita ini dengan deskripsi tawaran kerja ini. menjadi ober. Apa itu ober? Ober adalah pelayan atau waiter dalam bahasa belanda. Kami menjadi ober di stand Waroeng Surabaya milik ibu Patricia Hartono. Warung terkemuka ini cukup popular dari tahun ke tahun. Dari seleb belanda seperti artis beken Tillman Brother, Seleb Indonesia, Pejabat teras, semua sering berkunjung setiap hari.

Hmmm tawaran mendadak yang menggiurkan. Tidak ada yang salah dari pekerjaan ini, sangat menarik. Tiap hari selama seminggu bisa makan nasi kuning, sate kambing, dan masakan indonesia lainnya dengan gratis. Pulang bisa nenteng bungkusan martabak telur atau manis. Pasokan rokok kembali hadir, Gudang garam surya dari Warsito, si tukang martabak Surabaya, dan Sampoerna Mild dari si Ridwan kepala stok gudang. Bayarannya pun lumayan, sedikit diatas standar UMR DKI Jakarta.

Perhari.

Oh ya, kami bukan sembarang ober, hehehe. Kalau stand lain kebanyakan yang kerja adalah mahasiswa S1, di waroeng surabaya, obernya minimal mahasiswa S2 atau PhD kandidat, cieh. Tentunya pelayanan dan servicenya lebih memuaskan. Hiburan-hiburan dan atraksi adalah nilai plusnya. Nggak kalah dengan stand Satay Bar yang Syur abis.

Inilah para ober asal Utrecht, kali ini dalam seragam kerja: Detty sang captain, Kiki, Gue, dan Radja. Kita semua pakai tas pinggang untuk menampung limpahan Euro, bukan untuk ngikut gaya Ariel Peter Pan. (foto 1)













Saat saya melayani pengunjung, terutama atraksi membawa baki penuh makanan dengan kecepatan tinggi, layak diabadikan. Untungnya ada kawan Ririn yang datang berkunjung bersama suaminya Jeroen, dan dia berhasil memotret saya. (foto 2)

Ada banyak cerita unik saat kami bekerja, terutama dalam melayani memuaskan langganan. Ada Oma-oma atau tante-tante yang senang datang setiap hari untuk menikmati hidangan dan tambahan layanan spesial kita. Kiki hadir dengan cerita akan pelosok negeri Indonesia, Radja yang simpatik dan tutur kata yang menarik sehingga digoda pasangan Gay, Gue dengan segala dongeng asal muasal Soto Ambengan dan kenapa Rawon kuahnya hitam. Detty yang sempat diajak liburan sama Oma-Oma.

Pekerjaan blue collar ini sepintas sepele, namun dibutuhkan intelegensi tingkat tinggi. Terutama saat menerangkan dengan seksama apa itu tahu campur, tahu gunting, dan tahu telor kepada meneer yang belum pernah liat tahu.


Dan ingat, kita semua kecuali Detty bermodal bahasa belanda yang ngepas banget, modal kursus James Boswell Institut besutan ibu docent Sandra Dwank. Bayangkan bagaimana saya menjelaskan apa itu nasi kuning komplet atau Tahu Gunting Surabaya. Alhasil semuanya kadang menggunakan tafsir sepihak yang mengundang senyum klanten (pengunjung). Radja yang sukses menerjemahkan “pesanan masing-masing dua” menjadi “sepiring berdua”, saya yang kadang lupa antara “Betalen” (bayar) dengan “Bestelen” (pesan). Jadi kadang kita campur-campur dengan bahasa Inggris, atau manggut-manggut lalu kita menoleh ke dua gadis manis keturunan Indonesia yang sudah dari orok di Belanda, fitria dan fanny, mereka kita rayu untuk iseng kembali nanya agar tidak terjadi salah tafsir berkepanjangan. (foto.3) siapa yang menyangka mereka semua masih SMA, gile masih 17 tahun bo. Masih minderjaarig.

Melayani pengunjung, apalagi kalau kita punya jam terbang yang cukup lama sebagai pengunjung, maka kita akan merasakan sensasi yang berbeda. Pengunjung akan puas kita layani, karena kita pernah memposisikan diri kita sebagai pengunjung.







Oh ya banyak sekali hal unik, saya pernah melayani Oma-oma bule umur 95 tahun, gile kata dua anaknya yang menemani dia lahir dan besar hingga umur 25 di Jakarta, terus ke Surabaya sampai menikah punya anak. Jadi dia nostalgia, pantas tanpa melirik menu, dengan bahasa Jawa yang faseh, die pesan Nasi Rawon dan Bir Bintang. Gile bener. Hebat ini nini-nini jaman VOC.



Ada tante-tante yang setiap hari dengan senang minta dilayani sama saya. Katanya mengingatkan dengan suaminya dulu dimasa muda. Halah. Sip deh. Tante senang tante bayar!

“Een kip sate met lontong, twee Lumpia n extra pindasaus, drie Nasi Goreng Ikan Asin. Alstublieft. Eet smakelijk!”


The chef, mbak christina in action































the crew: paulo si philipino, gue, goldwin si seniman mengibaskan 50 euroan di tangan, mas teddy. fanny, kang indra, radja, daniela si bus malam, captain detty.

Saturday, May 12, 2007

Kite ke Frankfurt, coy!


Tuhan mengutus bidadari jelita untuk membawa pesan bahagia pukul setengah delapan malam ini. Isi pesan yang bergetar di HP itu singkat saja, “Wahyu, lo susah bener ditelp dari tadi.”

Ada apakah gerangan? Gue langsung angkat telepon balik.

Hehehehe, Gue dapat kelimpahan tiket gratis ke Frankfurt bo! Yang empu-nya tiket tidak bisa pergi karena kesibukannya yang padat. Gile, bagaikan kejatuhan durian Monthong tipe Petruk A-23 yang sempat jadi cover Trubus.

Kutinggalkan serta merta segala tumpukan buku-buku hukum itu dan berlari keluar perpustakaan, sebodo amat deh dengan deadline paper. Kapan lagi coba? Kesibukan mengetik paper langsung switch kuganti dengan browsing tentang kota Frankfurt. Lonely planet, city guide, backpacker guide, dan wikitravel.

Sebuah perjalanan yang gaya! Naek kereta cepet IC Express bo, Berangkat besok pagi, langsung! Jam 7 pagi berangkat dari Utrecht Centraal, jam 7 malam pulang dari Frankfurt Hbf. tek tok pulang pergi laksana perjalanan bisnis. Yah itung-itung latihan jadi esmud lah, kalo seandainya nanti kesampaian jadi esmud nggak panik kalo denger perintah bos kaya gini, “Wahyu besok kamu ke Nairobi, malemnya langsung report sama saya di Osaka!” wuah, gaya nggak tuh.

Hehehe, kapan lagi bisa pergi plesiran sehari doang. Biasanya musti jauh-jauh hari dan pake menginap segala biar nggak rugi. Sekali-kali nyobain jadi turis gaya!

Ok mengenai keindahan kota Frankfurt bisa lihat disini dan foto2 jepretan saya nantinya, yang sudah pasti narsis tentunya yah.

Checklist: riset internet udah, ngapalin sedikit bahasa Jerman buat basa basi udah, paspor udah, verblift udah, payung udah, cukur jenggot udah, nambatin sepeda di tiang listrik depan udah (karena nggak ada bus jam 5 pagi besok), kartu diskon kereta udah, kamera pixel gede udah, novel udah, ah senangnya. I think I’m Ready! Frankfurt here I come!

Buat sohibku Ika yang baek hati sekali, makasih banget yah bu!

Tuesday, May 01, 2007

Rubrik Tokoh Kita: Koninginedag dan Seleb Youtube

Ada seleb dunia nyata, ada seleb dunia maya. Ada seleb blog tentu ada seleb youtube. Iya dong di jaman super duper begini. Nah, untuk para pelajar indonesia di luar negeri, hasrat keinginan menonton film indonesia sangatlah tinggi. Karena itu banyak sekali yang bergantung kepada youtube. Dan orang-orang berdedikasi tinggi seperti barrock81 dan mojagoan, sangat berjasa untuk menyebarluaskan empat mata dan sinetron jomblo.

Untuk film indonesia, demi menghindari tuntutan pelanggaran hak cipta---yang ujung-ujungnya videonya di flag trus akhirnya file video, yang sudah capek-capek displit dan diupload, jadinya dihapus oleh youtube admin—maka beredar dalam lingkaran teman pribadi. Logikanya kalau barang ber-copyright disebar luaskan gratisan itu piracy, tapi kalau hanya untuk teman-teman terdekat dari pemilik VCD original, itu kan ibarat nonton bareng-bareng kumpul-kumpul sesama teman. Nah, berlomba-lomba lah para pelajar indonesia menjadi teman dari sang pemilik. Sedikit user youtube yang tergolong sangat baik hati dan ramah meng-add kita-kita semua sebagai friend mereka adalah: eteph, deashinta, bondo, dan tjoevans. Playlist film indonesia mereka sangat banyak, komen terimakasih sangat banyak mereka terima, kegirangan atas terlampiaskan bisa menonton film-film lawas indonesia. Ah, Shawn Fanning pasti akan sangat bangga dengan semangat mereka ini.

Terus apa hubungannya dengan Koninginedag? Saya memang tidak akan bercerita banyak tentang koningendag, karena pasti sudah banyak yang cerita. Tapi cerita ini memang bermula dan bersetting cerita di malam puncak koninginedag.

Alkisah, saya sedang berada di alun-alun depan Staadhuis Denhaag. Kata tour guide setempat, mbah Adept, sebentar lagi kita akan menonton penampilan Boris. Yah benar, saya pun sama seperti anda tidak tahu siapa itu Boris, selain nama depan figur penjahat rusia di film hollywood, yang selalu digambarkan gede serem brewokan. Nah FYI, Boris itu katanya Idol nya belanda, alias kokoh Delon nya Belanda.

Nah ketika mbah Adept dan annis_manis_abiz sedang menelepon, mereka mention tentang kehadiran eteph. Kling, kling, kling. Saya yang kebetulan sedang bersama duo botak, Odi dan Kiki, langsung tersadarkan ditengah keramaian. Informasi awal kita adalah, eteph sang seleb adalah seorang cewek (karena dia protes dipanggil mas, bang, oom di youtube) dan sedang berada di denhaag (hasil Odi sok akrab di PM). Ok semoga bener, kita akhirnya menunggu kehadiran eteph.

Ternyata benar, si Boris memang idola Belanda, karena kita nggak ada yang suka sama lagu-lagunya. Tapi orang-orang belanda sangat histeris mendengarnya, entah histeris beneran atau efek hari mabok sebelanda ini. Emang aneh orang belanda ini, ratunya ulang tahun rakyatnya seluruh belanda mabok massal. Sedang ratunya sendiri sudah mati demikian sabda Odi. Koningendag atau Queensday memperingati hari lahir ratu Juliana, bukan ratu Beatrix karena doi lahir saat winter, dan kata orang belanda tidak enak mabok bulan winter, mungkin nggak bisa geletakan pinggir jalan nyusahin pejalan kaki kayak kita. Ok intinya kita meninggalkan TKP, masih dengan rasa penasaran akan seleb virtual ber-nick name eteph.

Terus, hape mbah Adept berbunyi, kali ini beliau tersenyum sebagaimana layaknya dukun dapat wangsit. Eteph pun tiba. Teteretetet. Sang eteph datang bersama rombongan dayang-dayang. Odi dan Kiki yang super deg-deg an menunggu our famous online buddy itu langsung tercengang. Yup. Identity finally reveal.

Eteph yang ramah sebagaimana dia di youtube menyapa fans eh friend beratnya. Dan tentu saja karena kita katro, kita berfoto bersama. Biar youtube user seantero dunia ngiri, kalo kita berhasil foto sama seleb youtube legendaris hehehe. Kite resmi jadi friend beneran.

Pertemuan dilanjutkan dengan ngobrol-ngobrol bareng eteph, kenapa dia approve senin, rabu, jumat? Apa karena dia les selasa kamis? Hehehe, dan bayak pertanyaan nggak penting lainnya. Eteph memberi bocoran ekslusif, ia sebentar lagi akan mengupload film terbaru luna maya.

Sedikit fakta mengenai eteph: nama aslinya stephanie, anaknya asyik rame banget, kuliah di hogeschool denhaag. Fakta menarik, eteph merokok gudang garam merah, nyentrik ye? Makanya sohiban sama babeh adept. Dia lah wanita keempat yang pernah saya temui yang merokok GG merah, sesudah aktris Jajang C Noer, aktivis Irma Hutabarat, dan guru besar Harkristuti Harkrisnowo. Mungkin karena eteph satu sekolah dengan fotografer kita, si Mia, sesama anak STM Jak One ehehhehee, becanda, nggak kok, dia anak Sanur.

Ok deh demikian sekelumit cerita diantara dentuman musik nggak jelas dan pegelnya kaki. Berikutnya kita akan mencoba menemui dan foto bersama tokoh-tokoh dunia lainnya. Tetap semangat and keep on uploading gals!