Sunday, April 20, 2008

what I do for a living

Gue selalu suka adegan pembuka dalam film The Insider. Al Pacino berperan sebagai producer acara Dialog di stasiun televisi Amerika, CBS. Tugasnya kasak-kusuk menentukan topik dan mendatangkan narasumber penting untuk talkshow bertema berat itu. Dalam film itu, ia harus bepergian jauh hingga ke pelosok Libanon. Rela ditutup matanya saat bernegosiasi, membujuk pimpinan Hezbollah agar mau tampil. Ia berhasil, namun tugasnya belum selesai hanya sebagai tim advance.

Beberapa hari kemudian kru pendukung datang, sang host yang seorang jurnalis senior tiba, syuting akan segera dimulai. Kekacauan timbul kembali, pasukan bersenjata memprotes pengaturan blocking camera yang terlalu dekat dengan sang pimpinan, hingga keberatan mereka atas letak kursi yang berhadapan. Kembali ia harus pintar membujuk mencari solusi agar show tetap lancar.


Begitulah kira-kira menjelaskan that’s what I do for a living. Bergumul dengan penentuan topik permasalahan apa yang menarik diangkat dalam sebuah dialog. Siapa narasumber newsmaker yang kompeten, siapa dia dan bagaimana track recordnya, apa standing position dia pada issue itu.


Tantangan selanjutnya, yang senantiasa memicu adrenalin, bagaimana mendatangkan beliau-beliau itu agar berminat meluangkan waktu ke studio. Menghadiri dialog yang –tentu saja- kerap memojokkan dengan rentetan pertanyaan super kritis. Mengemas pertanyaan-pertanyaan tajam dengan dukungan riset mendalam, sehingga sang narasumber yang umumnya sudah piawai –kalau bisa- menjadi tidak berkutik.


Masukkan unsur persaingan antar stasiun televisi, dalam pertimbangan penentuan tema dan angle. Lalu tuangkan faktor deadline yang cenderung terasa sangat singkat, racik dengan rentetan proses pra produksi teknis yang cukup menyita waktu dan tenaga. Voila! Jadilah menjelma menjadi profesi ini.


Berminat memiliki karir serupa?

0 komentar: