Saturday, October 07, 2006

tulisan jaman kuliah

ada yang masih menyimpan tulisan saya jaman dahulu di majalah kampus "suara mahasiswa UI
wah membangkitkan sebuah memori jaman idealisme sangat bersinar cerah.

http://irfan.netfirms.com/maj/laput-pesta.htm

Pesta Seronok Itu
3 Agustus 2000

Acara dibuka dengan sekelompok cewek-cewek usia muda, bercelana superketat dan superpendek, plus sepotong kain, yang mungkin mereka sebut baju, fungsinya hanya menutup dada saja. Mereka menampilkan pertunjukan tari, yang rasanya sulit untuk dibilang punya cita rasa seni tari. Gerakan-gerakannya lebih condong kepada gerak sensual yang memancing sensasi erotis.
Lalu ada peragaan busana, dibawakan oleh para peragawati yang aduhai. Tapi alamak, rasanya busana yang dibawakan jauh sekali dari fungsi dasar busana. Lebih banyak membuka bagian tubuh ketimbang menutup tubuh. Beberapa diantaranya malah dibuat dari bahan transparan, sehingga tubuh sang peragawati terlihat menerawang. Orang yang melihat dapat mengetahui kalau si peragawati tak memakai penutup dada ataupun bentuk pakaian dalamnya.
Kemudian kegiatan penunjang. Ada lomba gebuk-gebukan bantal, mirip dengan yang di tujuh belas agustusan, kalau kalah sama-sama basah kuyup kecebur. Cuma bedanya, yang basah kuyup silahkan berganti baju di kamar ganti, bukan sembarang kamar ganti, tapi orang diluar dapat melihat bayangan orang yang sedang berganti baju. Wow! Itu baru yang terjadi pada 'Acid Rain Party', di mana para pengunjung diwajibkan untuk berbasah ria oleh semprotan air massal.
Dalam pesta serupa, yang bertajuk 'Bubble Party', ada yang namanya Oil Wrestling, yakni acara gulat cowok-cewek dengan pakaian ketat di arena yang dilumuri oli. Ada juga mandi busa, kontes dimana peserta tampil nyaris telanjang. Dalam pesta-pesta seronok, yang biasanya disponsori oleh produsen rokok itu, selalu sukses dalam meraup pengunjung. Setiap perhelatan, Bengkel Night Park yang menjadi lokasi, selalu kewalahan hingga tak mampu menampung seluruh pengunjung, yang kian malam kian ramai berdatangan. Seolah ditengah imbas krisis yang melanda, harga tiket masuk tidak menjadi kendala bagi mereka. Acara ini memang selalu didahului oleh promosi besar-besaran dari hari ke hari, ditampilkan juga pada hari-H sekilas suasana di sana,juga tentu saja ajakan agar bergabung ke sana. Mereka seakan hendak menampilkan kesan, bahwa bukan remaja masa kini, jika tidak ikutan pesta.
Suasananya nyaris sama, apakah itu Lucky Strike Massage Party, Nyala-nyala Noceng Party, ataupun Think Fast Party, dibawah temaram lampu dan siraman efek cahaya, mereka bergoyang dan disuguhi berbagai macam hiburan. Menjadi digemari, pesta semacam ini ibarat hiburan baru yang memuaskan mereka, ketika dirasa suasana di diskotek makin terasa biasa-biasa saja.
Sebuah trend baru, yang memang menguntungkan kedua pihak. Di satu sisi anak-anak muda yang haus hiburan baru, di sisi lain pihak penyelenggara, yang memberi hiburan sembari menjaring pangsa pasar baru untuk setiap produknya.
Apakah atraksi sensual dari 'Acid Rain Party' ini bisa termasuk kategori porno ? Beberapa pengunjung yang sempat ditemui sebuah media di tiga kota ketika ditanya aktivitas atau hal apa di kalangan muda yang berpotensi merusak moral bangsa, umumnya mereka menjawab korupsi, KKN, penyalahgunaan narkotika, tawuran, dan perjudian mestinya harus diletakkan di atas kasus sensualitas yang tengah diributkan belakangan ini.
Banyak di antara mereka malah setuju bahwa KKN dan manipulasi wewenang merupakan kebejatan yang paling parah di negara ini. Seperti kata salah seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi swasta di Bandung, "Sudahlah, nggak usah munafik! Soal kebejatan moral, ya Bapak-bapak yang ber-KKN itu jauh lebih parah!'' katanya.
Iwan, seorang profesional muda yang bekerja pada sebuah konsultan pemasaran di Jakarta juga menimpali, "Kita-kita ini sudah bosan dan jenuh oleh urusan krisis dan politik yang tidak habis-habisnya. Namanya juga anak muda. Sekali-sekali cari hiburan kenapa musti diributin?!" Lia, seorang dokter gigi muda malah lebih sewot lagi. Menurutnya tidak logis kalau acara ini dikategorikan porno.''Masa berpakaian senam pada tarian aerobik begitu dibilang porno. Yang benar saja. Bisa-bisa nanti orang berenang mengenakan long dress.''
Dari isu erotisme dan pornografi yang tengah diributkan-dengan menyudutkan sejumlah artis terkenal seperti Sophia Latjuba, Inneke Koesherawati, Ayu Azhari, dan Sarah Azhari lantaran pose-pose seronok mereka-sebagian memang mengaitkan dengan aktivitas anak-anak muda masa kini yang dianggap sudah 'melenceng' dari moral ketimuran.
R. Wahyuningrat

0 komentar: